Jumat, 17 Mei 2013

PRAKTIKUM FARMAKOLOGI (KAPSUL)

.



LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOLOGI
KAPSUL
Resep no.                    : 027
Bentuk Sediaan           : Kapsul

A.    Dasar Teori

Kapsul adalah sediaan padat yang terbungkus dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Sediaan ini dibuat untuk mengemas racikan obat yang terdiri dari beberapa macam bahan dengan dosis yang sesuai. Istilah kapsul berasal dari bahasa latin “capsula” yang berarti kotak kecil.
Oleh karena itu, pada abad XIX ada masalah dengan rasa dan bau obat yang tidak enak, khususnya herbal sehingga diciptakannya kapsul. Sediaan dalam bentuk kapsul sangat menguntungkan karena rasa dan bau yang tidak mengenakkan, dapat tertutupi sehingga semakin mudah untuk ditelan atau dikonsumsi. Selain itu juga, lebih cepat mengerjakannya dibanding sediaan lain berupa tablet dan pil yang memerlukan zat tambahan. Disamping bentuknya yang menarik dan praktis, keuntungan lainnya dari sediaan kapsul yaitu, dokter dapat mengkombinasikan beberapa macam obat dan dosis yang berbeda sesuai kebutuhan pasien.
Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkag kapsul, keras atau lunak. Cangkang kapsul dibuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lain (Anonim, 1979). Dalam Formularium Nasioanl, kapsul didefinisikan sebagai sediaan berupa serbuk yang diisikan dalam cangkang kapsul atau berupa cairan, setengah padat yang dibungkus dengan kapsul dasar (Anonim, 1978).
Bentuk kapsul bermacam – macam, misalnya bulat, oval, panjang, dan silinder. Biasanya kapsul dibuat dari gelatin USP yang dikeruhkan dengan TiO2 (putih) dan diberi warna bervariasi sesuai dengan yang diinginkan untuk
membedakan isinya. Biasanya tutup wadahnya diberi warna yang berbeda. Ukuran kapsul juga dibedakan oleh panjang dan diameter dari kapsul yang dinyatakan dalam angka – angka. Kapasitas muatannya tergantung dari jenis zat yang dimasukkan. Biasanya bila voluminius, kapasitasnya lebih kecil (Chaerunnisa, dkk, 2009).  
Ukuran cangkang kapsul bermacam – macam dan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Ukuran
Perkiraan Volume (ml)
Perkiraan Jumlah Serbuk
000
1,4
0,43 – 1,8 gr
00
0,95
0,39 – 1,3 gr
0
0,68
325 – 900 mg
1
0,5
227 – 650 mg
2
0,37
200 – 520 mg
3
0.3
120 – 390 mg
4
0,21
100 – 260 mg
5
0,13
65 – 130 mg

(Ansel & Prince, 2006).
Kebanyakan kapsul – kapsul yang beredar di pasaran adalah kapsul yang semuanya dapat ditelan oleh pasien untuk keuntungan dalam pengobatan. Kapsul gelatin keras merupakan jenis yang digunakan oleh ahli farmasi dalam menggabungkan obat – obat. Kapsul gelatin lunak mengandung lebih banyak uap air daripada kapsul keras, sehingga pada pembuatannya ditambah bahan pengawet untuk mencegah timbulnya jamur dalam cangkang kapsul. Persiapan pengisian kapsul dapat dibagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah persiapan dan pengembagan formulasi serta pemilihan ukuran kapsul. Kedua, pengisian cangkang kapsul. Ketiga, pembersihan dan pemolesan kapsul (Ansel, 1989). 


B.     Resep
1.      Resep yang dikerjakan pada praktikum
Kapsul
R/ tetracyclin 500 mg
m.f caps. dtd. No X

Pro: Bp. Sutarto
Keterangan :

No
Singkatan
Bahasa Latin
Arti
1.
R/
Recipe
Ambillah
2.
Caps.
Capsulae
Kapsul
3.
pro
pro
Untuk
4.
m.f.caps. dtd No. X
Misce fuc capsulae da tales doses numero X
Campur dan buatlah masukkan ke dalam kapsul berilah sesuai dengan takaran sebanyak sepuluh kapsul


2.      Khasiat Obat
Bruselosis, batuk rejan, pneumonia, demam yang disebabkan oleh Rickettsia, infeksi saluran kemih, bronkitis kronik. Psittacosis dan Lymphogranuloma inguinale. Juga untuk pengobatan infeksi-infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus dan Streptococcus pada penderita yang peka terhadap penisilin, disentri amuba, frambosia, gonore dan tahap tertentu pada sifilis.
Tetracycline merupakan antibiotik bakteriostatis yang berikatan dengan subunit ribosomal 16S-30S dan cara kerja antibiotik ini mencegah pengikatan aminoasil-tRNA dari situs A pada ribosom, sehingga dengan demikian akan menghambat translasi protein. Namun antibiotik jenis ini memiliki efek samping yaitu menyebabkan gigi menjadi berwarna dan dampaknya terhadap ginjal dan hati.

3.      Perhitungan Dosis
ü  Dewasa: 4 kali sehari 250 mg – 500 mg.
Lama pemakaian:
Kecuali apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pengobatan dengan Tetracycline kapsul hendaknya paling sedikit berlangsung selama 3 hari, agar kuman-kuman penyebab penyakit dapat terberantas seluruhnya dan untuk mencegah terjadinya resistansi bakteri terhadap tetrasiklin.
( Lengkapi lagi yaw untuk perhitungan dosisnya……………………………………


4.      Cara Kerja
Tetrasiklin HCl termasuk golongan tetrasiklin, mempunyai spektrum luas dan bersifat bakteriostatik, cara kerjanya dengan menghambat pembentukan protein pada bakteri.
ü  Tetrasiklin membentuk kompleks khelat dengan ion-ion kalsium, magnesium, besi dan aluminium. Maka sebaiknya tidak diberikan bersamaan dengan tonikum-tonikum yang mengandung besi atau dengan antasida berupa senyawa aluminium, amgnesium. Susu mengandung banyak kalsium, sehingga sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan susu.
ü  Pengobatan dengan tetrasiklin jangan dikombinasikan dengan penisilin atau sefalosporin.
ü  Karbamazepin dan fenitoin: menurunkan efektifitas tetrasiklin secara oral.
ü  Tetrasiklin akan memperpanjang kerja antikluogulan kumarin, sehingga proses pembekuan akan tertunda.



5.      Etiket
Laboratorium STIKES
Respati Yogyakarta
No : 027                      Selasa, 27 November 2012
Bp. Sutarto
4 x sehari 1 kapsul
Diminum sampai habis
Sebelum makan atau 2 jam sesudah makan
 




C.     Pembahasan

Dalam Farmakope Indonesia Edisi III, kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkag kapsul, keras atau lunak. Cangkang kapsul dibuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lain. Bentuk kapsul bermacam – macam, misalnya bulat, oval, panjang, dan silinder. Warna kapsul dibuat bervariasi sesuai dengan yang diinginkan untuk membedakan isinya.
Pada praktikum ini dibuat obat dalam bentuk kapsul. Pada dasarnya sediaan kapsul sudah tepat diberikan untuk pasien dewasa, karena pada umumya orang dewasa tidak mengalami kesulitan dalam mengonsumsi obat. Selain itu, pembuatan obat dalam bentuk kapsul juga memiliki beberapa keuntungan, diantaranya : bisa menutupi obat atau zat – zat yang rasa dan baunya kurang enak; tidak diperlukan zat tambahan (corigens), seperti corigens coloris (warna), corigen odoris (bau), corigens saporis (rasa); tidak memerlukan zat tambahan atau zat pengisi; cepat melepaskan zat berkhasiatnya dalam jumlah yang seragam dan segera bekerja pada lambung; berdasarkan warna dapat dibedakan isi kapsul; dan lain – lain.
Namun, obat dalam sediaan kapsul juga memiliki beberapa kerugian, diantaranya : tidak sesuai untuk bahan obat yang mudah larut (KCl, KBr, NH4Br, CaCl2) karena dapat mengiritasi lambung; tidak cocok untuk zat – zat yang mudah menguap karena pori – pori kapsul tidak bisa menahannya; pada kelembaban tinggi kapsul akan berubah bentuk, pada kelembaban rendah sifatnya rapuh sehingga pewadahan harus dalam pot gelas disimpan di tempat sejuk dan kering.


HASIL LAPORAN PRAKTIKUM
III. KAPSUL

Selasa, 27 November 2012


R/ tetracyclin 500 mg
m.f caps. dtd. No X

Pro: Bp. Sutarto

1.      Problema  Resep
1)                  Tujuan
Kapsul merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Keuntungan/tujuan sediaan kapsul yaitu:
ü  Menutupi bau dan rasa yang tidak enak
ü  Menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari
ü  Lebih enak dipandang
ü  Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis), dengan pemisahan antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukkan bersama serbuk lain ke dalam kapsul yang lebih besar.
ü  Mudah ditelan.
2)                  Jumlah Penimbangan Bahan Obat
Tetracyclin, sebanyak 500x10 = 5000mg


3)                  Etiket yang Digunakan
 

                                        Laboratorium STIKES
                                          Respati Yogyakarta

No : 027                 Selasa, 27 November 2012
Bp. Sutarto
4 x sehari 1 kapsul
Diminum sampai habis
Sebelum makan atau 2 jam sesudah makan
 




2.      Cara Pembuatan
1)      Timbang tetracyclin yang dibutuhkan, sebanyak 500 x10 = 5000 mg
2)      Gerus tetracyclin dalam mortir, bagi sama banyak sesuai resep, seperti pada pulveres.
3)      Masukkan serbuk tetracyclin yang sudah dibagi masing-masing ke dalam cangkang kapsul yang sesuai dengan ukuran dan ditutup.
4)      Bersihkan kapsul dengan lap kering dan bersih.
5)      Masukkan ke dalam plastic dan beri etiket.




3.      Permasalahan
1)      Tujuan Pengobatan Tetracyclin
Tetracycline merupakan obat spektrum luas pertama dan telahdigunakan sewenang-wenang. Merupakan obat terpilih untuk infeksiMycoplasma pneumoniae, Clamidia, serta ricetsia. Obat ini juga berguna.
untuk infeki bakteri campuran infeksi saluran pernafasan misalnya sinusitisdan bronchitis. 
Dapat digunakan untuk infeksi Vibrio dan kolera namunresistensi telah dilaporkan.Tetracycline efektif untuk infeksi infeksi melalui hubungan seksualyang disebabkan clamidia. Doxycycline efektif terhadap leptospirosis. Untuk  protozoa yang dapat dihabat oleh tetracycline adalah Entamoeba hitolitika atauPlasmodium falciparum (Doxicycline)

2)      Perhitungan Dosis Obat
Ø  Dewasa: 4 kali sehari 250 mg – 500 mg.
Lama pemakaian:
Kecuali apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pengobatan dengan Tetracycline kapsul hendaknya paling sedikit berlangsung selama 3 hari, agar kuman-kuman penyebab penyakit dapat terberantas seluruhnya dan untuk mencegah terjadinya resistansi bakteri terhadap tetrasiklin.
Ø  Anak-anak di atas 8 tahun: sehari 25 – 50 mg/kg berat badan dibagi dalam 4 dosis, maksimum 1 g.
Diberikan 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.

3)      Efek samping Tetracyclin
Efek samping yang bisa timbul antara lain :
a)      Efek samping pencernakan seperti mual, muntah dan diare karena mengubah flora normal. Hal ini merupakan alasan penghentian dan pengurangan pemberian tetracycline.
b)      Penumpukan di tulang dan gigi tetracycline sering terjadi. Kontraindikasi pemberian pada ibu hamil karena dapat menumpuk di gigi janin yang menyeabkan kekuning-kuningan pada gigi serta penumpukan di tulang yang menyebabkan gangguan pertumbuhan pada janin dan anak umur dibawah 8 tahun.
c)      Hepatotoksis juga dapat diberikan jika diberikan pada dosis besar atautelah terjadi insuficiensi hepar sebelumnya.
d)     Trombosis vena dapat terjadi pada pemberian IV
e)      Hiperfotosensitif terutama demeclocycline
f)       Reaksi vestibular seperti pusing, vertigo, mual, muntah (minocycline)
g)      Gangguan gastrointestinal seperti: anoreksia, pyrosis, vomiting, flatulen dan diare.
h)      Reaksi hipersensitif seperti: urtikaria, edema, angioneurotik, atau anafilaksis.
i)        Jarang terjadi seperti: anemia hemolitik, trombositopenia,neutropenia dan eosinofilia.

4)      Lama Pengobatan Antibiotic
Karena biasanya antibiotika bekerja sangat spesifik pada suatu proses, mutasi yang mungkin terjadi pada bakteri memungkinkan munculnya strain bakteri yang 'kebal' terhadap antibiotika.
Itulah sebabnya, pemberian antibiotika biasanya diberikan dalam dosis yang menyebabkan bakteri segera mati dan dalam jangka waktu yang agak panjang agar mutasi tidak terjadi. Penggunaan antibiotika yang 'tanggung' hanya membuka peluang munculnya tipe bakteri yang 'kebal'.
5)      Aturan Pakai
Hendaknya diminum dengan segelas penuh air +/- 240 ml untuk meminimkan iritasi saluran pencernaan.
ü  Sebaiknya tetrasikli tidak diberikan pada kehamilan 5 bulan terakhir sampai anak berusia 8 tahun, karena menyebabkan perubahan warna gigi menjadi kuning dan terganggupertumbuhan tulang.
ü  Penggunaan tetrasiklin pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal,dapat menimbulkan efek komulasi.
ü  Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi hati, wanita menyusui.
ü   Jangan minum susu atau makanan produk susu lainnya dalam waktu 1 – 3 jam setelah penggunaan Tetrasiklin.

6)      Sediaan Obat Brand Name Yang Beredar Di Perdagangkan
Cari di iso dan mims ?


D.    Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan :
1)      Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkag kapsul, keras atau lunak. Cangkang kapsul dibuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lain.
2)      Obat ini berkhasiat untuk mengobati faringitis, laryngitis, bronkio pneumonia, sinusitis, infeksi saluran pencernaan, saluran kencing, kulit, dan jaringan lunak.

E.     Daftar Pustaka

Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Anonim, 1978, Formularium Nasional, Edisi II, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Ansel, H.C., 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Ansel, H.C. & Prince, S.J., Kalkulasi Farmasetik (Panduan Untuk Apoteker), Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Chaerunnisaa, A.Y., 2009, Farmasetika Dasar, Widya Padjadjaran, Bandung.

Tambahkan daftar pustaka iso dan mims ?

0 comments

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar