Jumat, 17 Mei 2013

VAGINAL TOUCHER

.



KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah  ini membahas tentang “PEMERIKSAAN DALAM (VAGINAL TOUCHER)” agar mahasiswa dapat memahaminya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Askeb II Kebidanan yang telah membimbing kami dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi perbaikan pembuatan makalah selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kelancaran dan kemudahan bagi kita semua.


Yogyakarta, Oktober 2012
      Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang


Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri).
Tingkat kesejahteraan suatu bangsa ditentukan dengan seberapa jauh pelayanan di masyarakat. Oleh karena itu, angka kematian tinggi rendahnya ditentukan oleh pelayanan kesehatan yang memadai.
Pada saat memberikan asuhan kepada ibu bersalin, penolong harus selalu waspada terhadap kemungkinan timbulnya masalah atau penyulit. Selama anamnesis dan pemeriksaan fisik, tetap waspada terhadap indikasi-indikasi yang kemungkinan akan timbul.
Kematian dan kesakitan ibu di Indonesia masih merupakan masalah yang belum dapat terselesaikan hingga saat ini. Salah satu tindakan yang di lakukan oleh seorang bidan dalam kala II adalah melakukan Vaginal Toucher (Periksa Dalam) dimana tindakan ini sangat penting di lakukan untuk memantau keadaan ibu berserta janinnya.Serta memastikan proses persalinan akan berlangsung aman dan lancar.


1.2  Tujuan Penulisan

1)      Bagi penulis
Dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
2)      Bagi pembaca
Sebagai bahan bacaan dan menambah pengetahuan tentang pelayanan kesehatan yang bermutu dan sesuai dengan standard.

BAB II

ISI


2.1 DEFINISI VAGINAL TOUCHER


Memasukkan tangan ke dalam jalan lahir ibu bersalin untuk memantau perkembangan proses persalinan atau lazim disebut VT (vaginal toucher atau vaginal tousse atau periksa dalam dan sejenisnya) bukanlah sesuatu yang mudah. Selain perlu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, tetapi juga butuh perasaan. Karena jari pemeriksa masuk, maka jari itu tidak boleh dikeluarkan sebelum pemeriksaan dalam selesai.

2.2 TUJUAN  VAGINAL TOUCHER


  1. Untuk menentukan apakah pasien sudah sungguh-sungguh in partu atau belum.
  2. Untuk menentukan keadaan yang menjadi tolak ukur dari rencana pimpinan persalinan.
Misalnya:
Seorang primigravida masuk dengan pembukaan 4cm, maka pembukaan lengkap diharapkan sesudah 6 jam.
  1. Untuk menentukan ramalan persalinan dengan lebih tepat.
  2. Pada saat inpartu digunakan untuk menilai apakah kemajuan proses persalinan sesuai dengan yang diharapkan.
  3. Sebagai bagian dalam menegakkan diagnosa kehamilan muda.


2.3 INDIKASI VAGINAL TOUCHER


  1. Indikasi vaginal toucher pada kasus kehamilan atau persalinan:
1.      Ketuban pecah sedangkan bagian depan masih tinggi.
Kejadian ini mungkin menyebabkan tali pusat menumbung yang harus secepat-cepatnya didiagnosa, maka karena itu diperiksa dengan vaginal toucher (pemeriksaan dalam).
2.      Kita mengharapkan pembukaan lengkap.
Pada keadaan ini kita melakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui apakah persalinan maju menurut rencana waktu dan kalau memang sudah terdapat pembukaan yang lengkap, pimpinan persalinan berubah misalnya pasien diizinkan dan dipimpin untuk mengejan.
3.      Bila ada indikasi untuk menyelesaikan persalinan misalnya: Karena ibu kurang baik atau keadaan anak yang kurang baik. Untuk menentukan caranya menyelesaikan persalinan perlu melakukan pemeriksaan dalam terlebih dahulu.
4.      Pada saat masuk kamar bersalin dilakukan untuk menentukan fase persalinan dan diagnosa letak janin.
5.      Pada saat ketuban pecah digunakan untuk menentukan ada tidaknya prolapsus bagian kecil janin atau talipusat.
6.      Pada primigravida dengan usia kehamilan lebih dari 37 minggu digunakan untuk melakukan evaluasi kapasitas panggul (pelvimetri klinik) dan menentukan apakah ada kelainan pada jalan lahir yang diperkirakan akan dapat mengganggu jalannya proses persalinan pervaginam.
  1. Kontraindikasi : Perdarahan, Hymen intake,  Infeksi vagina, Perdarahan, Plasenta previa, Ketuban pecah dini, Persalinan preterm.

2.4 TEKNIK MELAKUKAN VAGINAL TOUCHER


  1. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan periksa dalam :
1.      Cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, kemudian keringkan dengan handuk kering dan bersih.
2.      Minta ibu untuk berkemih dan mencuci area genitalia (jika ibu belum melakukannya) dengan bersih.
3.      Jelaskan pada ibu setiap langkah yang akan dilakukan selama pemeriksaan.
4.      Anjurkan ibu untuk rileks.
5.      Pastikan privasi ibu terjaga selama pemeriksaan dilakukan.

  1. Langkah-langkah dalam melakukan pemeriksaan dalam :
1.      Tutupi badan ibu dengan selimut.
2.      Minta ibu berbaring terlentang dengan lutut ditekuk dan paha dibentangkan (mungkin akan membantu jika ibu menempelkan kedua telapak kakinya satu sama lain).
3.      Gunakan sarung tangan DTT atau steril saat melakukan pemeriksaan.
4.      Gunakan kasa atau gulungan kapas DTT yang dicelupkan ke air DTT/larutan antiseptic. Basuh labia secara hati-hati, seka dari bagian depan ke belakang untuk menghindarkan kontaminasi feses (tinja).
5.      Periksa genitalia eksterna, perhatikan apakah ada luka atau massa (benjolan) termasuk kondilomata, varikositas vulva atau rectum, atau luka parut diperineum.


  1. Melakukan penilaian terhadap :
1.      Cairan vagina dan tentukan apakah ada bercak darah, perdarahan pervaginam atau mekonium.
2.      Jika ada perdarahan pervaginam, jangan lakukan pemeriksaan dalam.
3.      Bila ketuban sudah pecah, lihat warna dan bau air ketuban. Jika terlihat pewarnaan mekonium, nilai apakah kental atau encer dan periksa DJJ
4.      Jika mekonium encer dan DJJ normal, teruskan memantau DJJ dengan seksama menurut petunjuk pada partograf.
5.      Jika ada tanda-tanda akan terjadi gawat janin, lakukan rujukan segera.
6.      Jika mekonium kental, nilak DJJ dan rujuk segera.
7.      Jika tercium bau busuk, mungkin telah terjadi infeksi.
8.      Dengan hati-hati pilahkan labium majus dengan jari manis dan ibu jari(gunakan tangan periksa).
9.      Masukkan (hati-hati jari telunjuk yang diikuti oleh jari tengah.
10.  Jangan mengeluarkan kedua jari tersebut sampai pemeriksaan selesai dilakukan.
11.  Jika selaput ketuban belum pecah, jangan melakukan tindakan amniotomi(merobeknya). Alasannya amniotomi sebelum waktunya dapat meningkatkanresiko infeksi terhadap ibu dan bayi serta gawat janin.
12.  Nila vagina. Luka parut di vagina mengindikasikan adanya riwayat robekan perineum atau tindakan episiotomy sebelumnya.
13.  Nilai portio uteri : konsistensi (lunak, kaku) dan posisi.
14.  Nilai pembukaan dan penipisan serviks.
15.  Pastikan tali pusat dan atau bagian-bagian kecil (tangan atau kaki) tidak teraba pada saat melakukan periksa dalam. Jika teraba maka ikuti langkah-langkah gawat darurat dan segera rujuk.
16.  Nilai penurunan bagian terbawah janin dan tentukan apakah bagian tersebut telah masuk ke dalam rongga panggul.
17.  Jika bagian terbawah adalah kepala, pastikan penunjuknya (Ubun-ubun kecil,ubun-ubun besar atau frontanela magna) dan celah (sutura) digitalis untuk menilai derajat penyusupan atau tumpang tindih tulang kepala dan apakah ukuran kepala janin sesuai dengan ukuran jalan lahir.
18.  Lakukan penilaian penurunan kepala terhadap bidang Hodge. Jika bagian terbawah janin adalah bokong, maka lakukan penilaian penurunan bokong sampai dengan SIAS.
19.  Jika pemeriksaan terbawah sudah lengkap, keluarkan kedua jari pemeriksaan (hati-hati), celupkan sarung tangan kedalam larutan untuk dekontaminasi,lapaskan kedua sarung tangan tadi secara terbalik dan rendam dalam larutan dekontaminan selama 10 menit.
20.  Cuci kedua tangan dan segera keringkan dengan handuk yang bersih dan kering.
21.  Bantu ibu untuk mengambil posisi yang lebih nyaman.
22.  Jelaskan hasil-hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarganya.


2.5 KOMPLIKASI


Bahaya pemeriksaan dalam (Vaginal Toucher) :
  1. Dapat menyebabkan perdarahan yang hebat.
  2. Peningkatan resiko terjadinya infeksi.
  3. Menimbulkan his dan kemudian terjadilah partus prematurus.


BAB III

PENUTUP


3.1 KESIMPULAN


Kematian dan kesakitan ibu di Indonesia masih merupakan masalah yang belum dapat terselesaikan hingga saat ini. Salah satu tindakan yang di lakukan oleh seorang bidan dalam kala II adalah melakukan Vaginal Toucher (Periksa Dalam) dimana tindakan ini sangat penting di lakukan untuk memantau keadaan ibu berserta janinnya.Serta memastikan proses persalinan akan berlangsung aman dan lancar.
Selain itu jangan pernah mengabaikan kebersihan dalam melakukan pemeriksaan dalam, apabila ada kesalahan akan berakibat terjadinya perdarahan yang hebat dan resiko terjadinya infeksi.



DAFTAR PUSTAKA



Bagian Obstetri & Ginekologi, 1983, Obstetri Fisiologi, Universitas Padjadjaran Bandung, ELEMAN, Bandung.
JNPK-KR dkk, 2008, Asuhan Persalinan Normal (APN), HSP, Jakarta.
Sulistyawati Ari, 2011, Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan, Salemba Medika, Jakarta.


LAMPIRAN


KASUS VAGINAL TOUCHER (7 LANGKAH VARNEY)
Ny. Ayu umur 25 tahun GIP0A0 dengan alamat Krodan Yogyakarta, datang ke bidan Asri pada tanggal 30 september 2012 pukul 16.00 WIB dengan keluhan telah merasakan kontraksi sejak pukul 07.00 WIB. Pada pukul 12.00 WIB ibu mengatakan mengeluarkan cairan dari jalan lahir.
Bidan melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik dengan hasil:
TD: 120/80, Nadi: 84x/menit, Respirasi: 20x/menit, Suhu: 360C ml, DJJ 145x/menit, UK: 40 mgg, Pemeriksaan luar : TFU 36 cm, bagian teratas teraba bokong, Puki, terbawah kepala sudah masuk panggul. Ibu mengatakan ingin mengejan, setelah dilakukan VT Pembukaan servik 8 cm, Penurunan kepala teraba 2/5 bagian, preskep, terjadi penyusupan kepala tetapi masih dapat dipisahkan, selaput ketuban (-), ketuban berwarna jernih, Urin: 150, Aseton: (-), Protein: (-).




 ASKEB 

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU PERSALINAN NORMAL Ny.A G1P0A0
UMUR KEHAMILAN 40   MINGGU
DI BPM ASRI
KRODAN,YOGYAKARTA

No. Registrasi                                                 : 8498
Masuk RS/PKM/BPM Tanggal/Pukul            : 30 september 2012 pukul 16.00 wib
Dirawat di ruang                                             : Melati

I.     PENGKAJIAN DATA Tanggal/Pukul :30-9-2012/16.00 Oleh: Bidan Ny.Asri
  1. Biodata                       Ibu                                                       Suami
1.      Nama                     : Ny.Ayu                                             Tn. Joni
2.      Umur                     : 25 tahun                                            30 tahun
3.      Agama                   : Islam                                                 Islam
4.      Suku/bangsa          : Jawa/Indonesia                                 Jawa/Indonesia
5.      Pendidikan                        : SMA                                                 SI
6.      Pekerjaan               : Ibu Rumah Tangga                           PNS
7.      Alamat                  : Krodan, Yogyakarta                         Krodan, Yogyakarta

  1. Data Subyektif
1.      Alasan datang dan keluhan utama
Ibu mengatakan sudah merasakan kenceng-kenceng teratur sejak jam 07.00 WIB, keluar lendir darah dan air ketuban sejak pukul 12.00 WIB.


2.      Riwayat menstruasi
     Menarche   : 14 tahun                                Siklus              : 28 hari
     Lama          : 6 hari                                    Teratur             : Ya
     Sifat darah : Cair                                       Keluhan           : Tidak ada
3.      Riwayat perkawinan
                 Status perkawinan  : Menikah syah            Menikah ke     : 1
                  Lama                     : 1 tahun                      Usia menikah pertama kali :25 thn.

4.      Riwayat obstetrik  : G1P0A0
Hamil ke
Persalinan
Nifas
Tanggal
Umur kehamilan
Jenis persalinan
Penolong
Komplikasi
Jk
BB lahir
Laktasi
Komplikasi
1.
23-9-2011
40 mgg


















5.      Riwayat kontrasepsi yang digunakan
No
Jenis kontrasepsi
Pasang
Lepas
Tgl
Oleh
Tempat
Keluhan
Tgl
Oleh
Tempat
Alasan
1.
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun




















6.      Riwayat Kehamilan Sekarang
a.       a. HPHT                                     : 23 Desember 2011
b.      ANC pertama umur kehamilan : 12 minggu
c.       Kunjungan ANC : Ibu mengatakan belum pernah melakukan ANC
                        Trimester 1
    Frekuensi        :1 kali
   Keluhan          : Mual (nause) dan muntah (emesis)
                        Komplikasi     : Tidak ada
Terapi              :Makan sedikit tapi sering, duduk tegak setiap kali selesai     makan dan hindari menggosok gigi setelah makan.
                        Trimester II
                        Frekuensi         : 1 kali
                        Keluhan           : Perut panas (Heart Burn)
                        Komplikasi      : Tidak ada
Terapi             : Hindari minuman selain air putih saat makan, hindari berbaring setelah makan dan makan segera setelah tidur, hindari makanan yang berlemak dan makanan yang berbumbu merangsang.
                        Trimester III
                        Frekuensi         : 2 kali
                        Keluhan           : Hyperfentilasi (Sesak nafas)
                        Komplikasi      : Tidak ada
Terapi              : Berdiri dan merentangkan lengan diatas kepala serta  menarik nafas panjang.
d.      Imunisasi TT : 5 kali
TT 1     : tanggal Caten
                      TT 2    : tanggal 20 Januari  2012
                      TT3     : tanggal 10 Maret 2012
                      TT4     : tanggal  -
                      TT5     : tanggal -
e.       Pergerakan janin selama 24 jam (dalam sehari)
         Ibu mengatakan sudah merasakan pergerakan janin.
7.      Riwayat kesehatan
a.       Penyakit yang pernah/ sedang diderita (menular,menurun,menahun)
Ibu mengatakan tidak pernah atau sedang menderita penyakit menular (PMS,TBC),menurun (DM,Hipertensi,Asma),menahun (Jantung,Ginjal)
b.      Penyakit yang pernah /sedang diderita keluarga
Ibu mengatakan baik dari pihak keluarga ibu maupun suami tidak ada yang pernah/sedang menderita penyakit menular (PMS,TBC),menurun (DM,Hipertensi,Asma),menahun (Jantung,Ginjal).
c.       Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan tidak mempunyai riwayat keturunan kembar.
d.      Riwayat operasi
Ibu mengatakan tidak pernah di operasi.
e.       Riwayat alergi obat
Ibu mengatakan tidak  mempunyai riwayat alergi obat.

8.      Pola pemenuhan kebutuhan
Sebelum hamil                                                                   Sesudah hamil
a.       Nutrisi
Makan                                                                        
Frekuensi         : 3 x/hari                                              2 x/hari
Jenis                : Nasi,Sayur,Lauk                               Nasi,Sayur,Lauk
Porsi                : 1 piring                                              1/2 piring
Pantangan       : Tidak ada                                          Tidak ada
Keluhan           : Tidak ada                                          Tidak ada

Minum                                                                        
Frekuensi         : 8x/hari                                               8x/hari
Jenis                : Air putih                                            Air putih
Porsi                : 1 gelas                                               1 gelas
Pantangan       : Tidak ada                                          Tidak ada
Keluhan           : Tidak ada                                          Tidak ada
b.       Eliminasi
BAB               
Frekuensi         : 1x/hari                                               1x/hari
Warna              : Kuning                                              Kuning
Konsistensi      : Lunak                                                Lunak
Keluhan           : Tidak ada                                          Tidak ada
BAK
Frekuensi         : 5x/hari                                               6x/hari
Warna              : Kuning                                              Kuning
Konsistensi      : Cair                                                   Cair
Keluhan           : Tidak ada                                          Tidak ada
c.       Istirahat
Tidur siang     
Lama               : 1 jam x/menit                                    1 jam x/menit
Keluhan           : Tidak ada                                          Tidak ada
Tidur malam   
Lama               : 8 jam x/menit                                    8 jam x/menit
Keluhan           : Tidak ada                                          Tidak ada
d.      Personal Hygiene
Mandi              : 3 x/hari                                              3 x/hari
Ganti pakaian : 3 x/hari                                              3 x/hari
Gosok gigi       : 3 x/hari                                              3 x/hari
Keramas          : 3 x/hari                                              3 x/hari
e.       Pola seksualitas
Frekuensi         : 3 x/minggu                                        2 x/minggu
Keluhan           : Tidak ada                                          Tidak ada


f.       Pola aktivitas (terkait kegiatan fisik,olahraga)
Ibu mengatakan melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, menyapu, mengepel,mencuci dan membereskan rumah.
9.      Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok,minum jamu,minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak mempunyai kebiasaan yang mengganggu kesehatan seperti merokok, minum jamu, minum minuman beralkohol.
10.  Data psikososial, spiritual, dan ekonomi (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kelahiran, dukungan keluarga, hubungan dengan suami/keluarga/tetangga,perawatan bayi,kegiatan ibadah,kegiatan sosial, keadaan ekonomi keluarga.
  1. Ibu mengatakan sangat senang dengan kehamilannya.
  2. Ibu mengatakan suami dan keluarga sangat senang dengan kehamilannya.
  3. Ibu mengatakan hubungannya dengan suami dan keluarga baik.
  4. Ibu mengatakan akan merawat bayinya sendiri.
  5. Ibu mengatakan selalu mengikuti kegiatan pkk di desa tempat tinggalnya
  6. Ibu mengatakan selalu menjalankan sholat 5 waktu.
  7. Ibu mengatakan suaminya sudah mempersiapkan biaya untuk persalinan.
11.  Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan, nifas)
Ibu mengatakan laktasi yang baik adalah memberikan ASI saja tanpa bahan makanan tambahan apapun sampai bayi berusia 6 bulan.
12.  Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan)
Ibu mengatakan tidak ada hewan peliharaan di sekitar rumah.

  1. Data Objektif
1.      Pemeriksaan umum
Keadaan umum     : baik
Kesadaran             : Compos metis
Status emosional   : Stabil
Tanda vital
Tekanan darah       :120/80 mmHg                                    Nadi    :84 x/menit
Pernafasan             : 20 x/menit                                         Suhu    : 360C
BB                         : 60 kg                                                 TB       : 155 cm
2.      Pemeriksaan Fisik
Kepala       :Mesochepal, ukuran sedang, tidak ada benjolan atau massa, rambut   bersih.
Wajah        : Oval, tidak ada oedema, tidak ada cloasma gravidarum.
Mata          :Simetris, tidak ada sekret, konjungtiva merah muda, sklera tidak                           ikterik.
Hidung      :Tidak ada sekret, tidak ada polip
Mulut        :Bibir lembab, tidak stomatitis, lidah bersih, gigi tidak ada caries tidak ada pembesaran dan peradangan pada tonsil.
Telinga      :Simetris tidak ada serumen.
Leher         :Tidak ada pembesaran kelenjar tifoid, parotis, limfe, dan vena  jugularis.
Dada         :Simetris, tidak ada wheezing dan ronchi tidak ada retraksi pada dinding dada.
Payudara   :Simetris, aerola hyperpigmentasi, puting susu bersih dan   menonjol.
Abdomen  :Ada pembesaran, belum  ada bekas luka,sudah ada striae.
Palpasi
Leopold I  : Pada fundus teraba bagian yang bulat ,lunak, tidak melenting.
Leopold II: Di bagian puki teraba bagian yang keras, datar, terasa ada tahanan, pada puka teraba tonjolan-tonjolan kecil an tidak penuh.
Leopold III: Di bagian bawah teraba bagian yang bulat,keras, dan melenting.
Leopold IV: Bagian terbawah janin sudah memasuki panggul (Divergen).
Pemeriksaan TFU Mc. Donald : 36 cm
Auskultasi DJJ                  : 145 x/menit
TBJ                                    : (36-11)x 155 = 3.875 gram
Genetalia luar                    :Tidak ada pembengkakan kelenjar bartholinin dan sekret, tidak ada perdarahan dan oedema tidak ada haemoroid.
Ekstremitas Atas               :Simetris, gerakan aktif, tidak ada oedema.
Ekstremitas Bawah           :Simetris, gerakan aktif, tidak ada oedema dan varises.
Pemeriksaan LILA            :26 cm



Pemeriksaan Dalam     :Vagina uretra tenang, dinding vagina licin porsio tipis,presbelkep, Pembukaan servik 8 cm, Penurunan kepala teraba 2/5 bagian, terjadi penyusupan kepala tetapi masih dapat dipisahkan, selaput ketuban (-), ketuban berwarna jernih,STLD (+).
3.      Pemeriksaan Penunjang    Tanggal/Pukul :30-9-2012/16.10.
PP Test                  : (+)
HB                                    : 12 gr %
Golongan Darah    : O

A.    Diagnosa kebidanan
Seorang ibu Ny.A umur 25 tahun G1P0A0 AH0 umur kehamilan  40 mmg Inpartu kala dua fase aktif.     
Data Dasar            :
DS             :Ibu mengatakan umurnya 25 tahun
Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama
HPHT  : 23 desember 2011
                  Ibu mengatakan belum pernah melahirkan
                  Ibu mengatakan tidak pernah keguguran
                  Ibu mengatakan mengeluarkan cairan
                        Ibu mengatakan telah merasakan kontraksi.

DO                        :Tekanan darah :120/80 mmHg                      PP Test  (+)
  Pernafasan        : 20 x/menit                          Ballotement (+)
  Suhu                 : 360C                                   HB      : 12 gr %
  Nadi                 : 80 x/menit
B.     Masalah                               : Tidak  Ada 
C.     Diagnosa potensial              : Tidak  Ada 
                                         
Tidak Ada
A.    Mandiri                 : Tidak Ada
B.     Kalaborasi             : Tidak Ada
C.     Merujuk                 : Tidak Ada
V.                PERENCANAAN     Tanggal : 30 September 2012 ,  Pukul 16.30 WIB
1.      Beritahu ibu hasil pemeriksaan
2.      Anjurkan ibu untuk mencoba posisi yang nyaman selama persalinan dan kelahiran.
3.      Anjurkan ibu untuk mendapatkan asupan makanan dan minum selama persalinan dan kelahiran bayinya.
4.      Anjurkan dan antarkan ibu berkemih dikamar mandi.Jika ibu tidak dapat berjalan ke kamar mandi, berikan wadah penampung urin.
5.      Anjurkan teknik relaksasi pada ibu, dan berikan rasa nyaman pada ibu.
6.      Melakukan pemantauan kemajuan persalinan menggunakan  patograf.
VI.             PELAKSANAAN      Tanggal : 30 September 2012 ,  Pukul 16.30 WIB
1.      Memberitahu ibu hasil pemeriksaan
Memberitahu ibu hasil pemeriksaan, keadaan ibu baik dengan Tekanan darah     :120/80 mmHg, Pernafasan  : 20 x/menit,  Suhu : 360C,  Nadi  : 84 x/menit.
2.      Menganjurkan ibu untuk mencoba posisi yang nyaman selama persalinan dan kelahiran.
Misalnya:
a.       Posisi merangkak
Membantu penurunan kepala janin lebih dalam ke panggul.
Sangat cocok untuk persalinan dengan rasa sakit pada punggung.
Mempermudah janin dalam melakukan rotasi.
Peregangan pada perinuim berkurang.
b.      Posisi berbaring miring ke kiri
Mengurangi penekanan pada vena cava inferior.
Memberi suasana rileks pada ibu.
Mencegah terjadinya laserasi.
c.       Posisi jongkok atau berdiri
Mempermudah penurunan kepala janin.
Memperkuat dorongan meneran.
Meningkatkan oksigenasi pada bayi.
Memperluas panggul ( pada pintu bagian bawah )


d.      Posisi duduk atau setengah duduk
Posisi menolong persalinan lebih leluasa.
Nyaman bagi ibu.
Memudahkan penurunan kepala bayi.
3.      Menganjurkan ibu untuk mendapatkan asupan makanan dan minum selama persalinan dan kelahiran bayinya.
Alasannya: Makanan ringan dan cairan yang cukup selama persalinan akan memberikan lebih banyak energi dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi dapat memperlambat kontraksi dan/ atau membuat kontraksi jadi tidak teraturdan kurang efektif.
4.      Menganjurkan dan antarkan ibu berkemih dikamar mandi.Jika ibu tidak dapat berjalan ke kamar mandi, berikan wadah penampung urin.
5.      Menganjurkan teknik relaksasi pada ibu, dan berikan rasa nyaman pada ibu.
Memberikan  dukungan dan semangat pada ibu dan keluarganya.
Menentramkan hati ibu selama kala II persalinan
Membantu ibu untuk memilih  posisi yang nyaman saat meneran
Menganjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi.
Menganjurkan  relaksasi dengan nafas panjang apabila terjadi kontraksi.
6.      Memantau kemajuan persalinan dengan menggunakan patograf.


VII. EVALUASI Tanggal : 30 September 2012 ,  Pukul 16.35 WIB
1.      Ibu merasa lega setelah mengetahui hasil pemeriksaannya.
2.      Ibu dapat melakukan relaksasi dengan nafas panjang apabila terjadi kontraksi.
3.      Ibu sering ke kamar mandi setiap 1 jam sekali.
4.      Ibu merasa yakin dan percaya diri dalam menjalani proses persalinannya.
5.      Ibu dapat makan dan minum bila tidak ada kontraksi.
6.      Kemajuan persalinan dapat terlihat dengan adanya perubahan kontraksi yang semakin sering dan kuat.



0 comments

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar